Senin, 30 Desember 2019

Wallet Garden

Wallet Garden 

Wallet garden adalah salah satu fitur yang terdapat pada hostpot gateway mikrotik untuk memperboleh user mengakses situs tertentu tanpa harus melalui proses login terlebih dahulu.Konfigurasi hostpot Gateway secara default maka setiap user harus login terlebih dahulu untuk dapat terkoneksi ke internet tanpa kecuali.. Cara konfigurasinya seperti dibawah ini : 
a. buat Hospot terlebih dahulu.
b. jika sudah kita tab pada menu walet garden dan klik add (+)c. Setelah itu pilih actionnya allow atau deny, artinya kalau allow memperbolehkan sedangkan deny menolak.
d. isikan pada dst. host nya yaitu situs terserah apa yang diinginkan.
e. Kemudian klik Apply dan OK 

Acces List Connect List

Access list merupakan fitur sistem keamanan untuk filter autentikasi sebuah AP (mode Access Point) untuk client yang terkoneksi. Dengan Access List AP bisa mem filter perangkat mana saja yang boleh/bisa terkoneksi ke AP berdasarkan alamat MAC address. Jadi Access list digunakan di AP untuk menentukan client mana saja yang diperbolehkan terkoneksi ke AP.
Untuk konfigurasi access list, kita harus masuk ke menu Wireless --> access list --> add.


Berbeda dengan Connect List . Jika connect list merupakan filter autentikasi sebuah wireless client (mode Station) terhadap AP mana yang ingin terkoneksi. Dengan menggunakan fitur ini kita bisa menentukan AP mana yang bisa terkoneksi dengan client ini, dengan menentukan SSID yang ada pada AP yang ingin di koneksikan.

Connect List merupakan tool yang memiliki fungsi kebalikan dari Access List, yaitu digunakan disisi wireless client (station) untuk membatasi (filtering) koneksi terhadap AP (Access Point). Sehingga client dapat menentukan AP (Access Point) mana wireless client akan terkoneksi berdasarkan Mac Address access point. Sehingga wireless client tidak akan berpindah ke access point lain, walaupun access point tersebut memiliki SSID yang sama.

Untuk menggunakan connect list, kita harus masuk ke menu Wireless --> connect list --> add




Interface : interface wireless yang digunakan sebagai client.
MAC address : MAC address AP yang terhubung
Connect : centang jika AP di perbolehkan terhubung.

Karena hanya mac-address yang terdaftar di access list yang di perbolehkan terkoneksi, maka hilangkan centang pada opsi "Default Authenticate" pada properties interface wireless. Dengan begitu, ketika ada client wireless yang ingin terkoneksi, router tidak akan langsung mengijinkan client tadi interkoneksi, namun router akan melihat kedalam tabel access-list untuk mengecek apakah ada kebijakan yang diterapkan untuk client tadi.


Saat menggunakan Access List maupun Connect List, kita bisa melihat client mana atau AP mana yang sedang terkoneksi pada menu Tab Registration.

 

ROUTING

Routing merupakan pengenalan jaringan yang berbeda. Untuk melakukan routing, berikut ini langkah-langkahnya :

1. Buatlah IP Client , untuk alamat kita bisa menggunakan IP terserah dan interface ether 2, lalu apply OK. Contohnya seperti dibawah ini :

2. Buatkan ip router dan gateway yang akan digunakan pengenalan jaringan nantinya.


3. Selanjutnya kita masuk ke menu DHCP Client lalu pilih DHCP Setup dan pada interface nya pilih ether 2 lalu next sampai sukses.


4. Jika sudah selesai dengan membuat dhcp client untuk ether 2 sekarang kita lakukan lagi tetapi interface kita ganti dengan ether 3. 


5. Selanjutnya kita masuk pada IP Route dan tambah kan tabel routing dengan dst yang berisi IP tujuan dan Gateway yang berisi jalur yang akan digunakan. 



 6. Konfigurasi sudah selesai tinggal kita cek dengan ping ke alamat ip yang baru saja kita kenalkan.

 

Seperti konfigurasi diatas adalah contoh routing pada mikrotik. Jika ada salah kata, saya mohon maaf :)

MTCNA Fundamental

Mikrotik dengan SSH
Cara meremote mikrotik melalui SSH dengan Putty adalah sebagai berikut :
  1. Download terlebih dahulu software Putty jika belum terdapat pada PC kalian. Jika sudah terinstal,kemudian lanjutkan dengan menghubungkan router pada PC.
  2. Jika sudah terinstal sepenuhnya,kemudian buka Putty 
  3. Langkah selanjutnya klik pada SSH, bisa dilihat bahwa port default SSH adalah 22 . Lalu masukkan IP Routernya ke Hostname (192.168.100.1)


4. Jika sudah klik open untuk mengaksesnya
5. Jika terdapar notifikasi maka langsung klik Oke


6. Jika sudah mengaksesnya terminal akan menanyakan user namenya disini . Apabila router masih default maka user namenya adalah admin dan untuk passwordnya tinggal klik Enter.,apabila router masih default.
7. Jika kalian berhasil mengakses mikrotik, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :


MANAGEMENT GROUP
Akses mikrotik seperti yang dijelaskan pada Lab 1 MikroTik membutuhkan user untuk bisa mengaksesnya. Sebenarnya user tersebut perlu dikelola seperti hak aksesnya (management groupnya) maupun password pada user sampai hanya alamat tertentu yang boleh mengaksesnya demi alasan keamanan. Berikut akan kita bahas management user untuk menetukan hak akses apa saja yang di izinkan :
1. Management Group
Di dalam group terdapat 3 hak yang utama yaitu, full, write and read :
a. Full merupakan hak akses group yang memungkinkan semua akses ke router, tidak hanya membaca dan menulis tetapi juga isa membuat user untuk masuk system. Hak akses ini merupakan hak akses tertinggi yang biasanya digunakan oleh administrator.
b. Write merupakan hak akses yang posisinya berada dibawah full yang di izinkan untuk melakukan perubahan konfigurasi akan tetapi tidak di izinkan untuk membuat user atau merubah policy yang ada pada router.
c.  Read merupakan suatu yang memilik hak akses hanya untuk memonitoring saja dan tidak dapat atau bisa melakukan perubahan.


Sebenarnya hak akses group itu bisa saja dirubah sesuai keinginan atau kebutuhan. Misalnya kita akan membuat hak akses other yang mempunyai fungsi seperti write akan tetapi tidak di izinkan akses winbox dan webfig maka konfigurasinya adalah seperti berikut :
  • ·          Klik system-user-group-pilih write-kemudian klik copy


  •   Setelah jadi ganti namanya menjadi other dan hilangkan centang pada winbox dan webfig (yang berwarna biru adalah yang dirubah), kemudian klik OK.
  •    Group other telah selesai, sekarang hak akses group ada empat (4).

MANAJEMEN SERVICE


       a.Service dan port
    
  Dalam jaringan kita mengenal yang disebut service (layanan) biasanya berjalan pada port tertentu. Layanan yang menerjemahkan alamat penamaan menjadi alamat penomoran yang disebut DNS. Dalam menu ini kita bisa mengetahui apa saja yang ada dalam mikrotik dan portnya,berikut langkah langkahnya:


klik IP lalu pilih SERVICE maka muncul menu IP SERVICE list   


Dari gambar diatas kita bisa tahu layanan yang ada di mikrotik dengan portnya juga


     b. Disable atau Enable Service
   Setelah kita tahu layanan yang ada dalam mikrotik kita kadang tidak membutuhkan beberapa layanan maka kita bisa menoaktifkan layanan tersebut. Berikut konfigurasinya:
    1 ) setelah kita berada pada menu service lalu kita ingin mematikan www, ssh, ftp yang kita lakukan adalah pilih service yang ingin dinoaktifkan lalu klik tanda (x) atau disable:


  2 ) jika kita ingin mengaktifkan kembali klik tanda (v) atau enable



c. Change port service

      Jika kita ingin merubah port demi keamanan karena beberapa port yang umum seperti ssh, ftp, telnet dan web sudah banyak yang mengetahui dan juga bisa untuk menjalankan webfig ketika hotspot. pada contoh kali ini kita akan merubah port telnet.

klik double pada service TELNET lalu pada pada port yang semula 23 danti dengan yang kamu inginkan


d. NTP and CLOCK

    NTP merupakan layanan yang berfungsi untuk singkronasi waktu
 caranya adalah sebagai berikut:
klik SYSTEM lalu SNTP client  lalu centang bagian ENABLE












IP BINDING

IP Binding merupakan sebuah filter yang terdapat pada hostpot mikrotik yang dapat digunakan untuk memanagemen akses user pada jaringan hostpot tersebut. Pada menu IP Bindings terdapat beberapa fitur type adalah sebagai berikut :
1. Regular artinya user ( client ) harus login agar bisa koneksi hostpot
2. Blocked artinya user ( client ) yang terhubung di hostpot diblokir
3. Bypassed artinya user ( client ) yang terhubung ke hostpot tidak perlu login dulu ( langsung terkoneksi internet ).
Jika kita ingin menjalankan fitur IP binding berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Masuk ke menu  IP pilih hostpot lalu masuk ke tab host yang didalamnya terdapat daftar IP dan Mac Address client yang terhubung ke hostpot yang sudah kita buat.


2. Lalu klik kanan pada Mac Address client yang ingin kita IP Binding . Lalu klik make binding dan OK  


Begitulah contoh dari konfigurasi IP Binding.


Connect List

Dengan connect list kita bisa tetap dalam pemancar yang sama,meskipun pemancar tersebut sedang down kita hanya bisa connect ke pemancar tersebut. Kesimpulannya connect list digunakan jika kita menginginkan client kita hanya dapat terubung ke 1 jaringan hostpot saja. Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Buka menu wireless lalu pilih connect list lalu klik add (+) lalu centang pada kolom connect kemudian apply OK.


2. Dalam konfigurasi ini,kita masuk ke wireless dan hilangkan centang default authenticate ,lalu Apply OK.


Begitulah contoh dari konfigurasi Connect List.

Minggu, 29 Desember 2019

MTCNA Introduction

A. Manajemen Group
1. Untuk menambahkan user di winbox pada halaman utama mikrotik , klik menu >System>group lalu klik Add (+),untuk menambahkan konfigurasi.




2.Di menu groups pilihlah tindakan yang di izinkan lalu OK

   

B. Manajemen User

1. Untuk menambahkan user di winbox,di halaman utama mikrotik klik menu System>User lalu klik Add(+) untuk menambah konfigurasi.


2. Pada menu user buat nama>User1, Group>Read lalu klik OK. Di group read user kita hanya bisa membaca.  


3. Di menu user name>User2, Group>Write  lalu klik OK. Di group write,kita bisa menambah kan atau mengganti.


4. Setelah membuat User . Klik New Winbox


C. Allowed Address Login

1. Login di winbox menggunakan User1/user yang telah di buat.


2.Setelah login menggunakan User1,kita hanya bisa membaca. 


3.Login di winbox menggunakan user2 yang tadi telah dibuat.


4.Setelah kita login di User2 kita bisa menambahkan atau mengganti 


D. MNDP (Mikrotik Neighbors Discovery Protocol)

Pilih menu System Neighbors  



E. SERVICE AND PORT 

pilih menu IP>Service. Di menu service klik 2kali, di SSH akan muncul IP SERVICE SSH untuk mengganti port ,



F. Disable and Enable Service 
Digunakan untuk mennonaktifkan  dan mengaktifkan  semua service.Tanda (X) untuk mennonaktifkan  dan tanda (V) untuk mengaktfkan.


G. Change Port Service
Klik dua kali pada Service SSH, lalu pada port yang semula  22 di ganti 21, lalu klik OK.


H. Allowed Address Service
Berfungsi untuk membatasi hanya PC dengan IP tertentu saja yang dapat mengakses layanan itu. Pada service SSH , klik dua kali lalu isikan pada Avaliable From sesuai alamat PC  admin kita.


I. NTP (Network Time Protocol) and Clock 
Layanan untuk sinkronisasi waktu. Pilih tombol System>Clock  lalu di tab clock sesuaikan dengan jam di wilayahmu.





MTCNA Hostpot

Hostpot 
  • Pengertian hostpot 
hoostpot adalah area dimana seorang client dapat terhubung dengan jaringan internet secara wireless (nirkabel/tanpa kabel) dari PC , Notebook , atau gadget seperti handphone dalam jangkauan radius kurang lebih beberapa ratus meter atau tergantung dari kekuatan frekuensi/signal

  • Kelebihan hostpot mikrotik
Dengan menggunakan mikrotik sebagai hostpot, kita dapat mengkonfigurasikan jarinan wireless yang hanya bisa digunakan dengan username dan password tertentu. Kita juga dapat melakukan manajemen terhadap user-user tersebut. Misalnya, mengatur durasi total penggunaan hostpot per user,membatasi berapa besar data yang dapat di donwload tiap user, mengatur konten apa saja yang bole di akses user.

Cara konfigurasi hostpot pada mikrotik,sebagai berikut :
1. Buat IP Address dengan interface wlan 1 terlebih dahulu.


2.Kemudian ke DHCP Setup dan isikan interface wlan 1


3.Setelah itu masuk ke menu wireless dan tab wireless, isikan seperti gambar di bawah ini 



4.Untuk keamanannya kita akan mengkonfiurasikan pada security profile , untuk authentication typenya kita pilih yan WPA2 PSK . Setelah itu masukkan password yang di inginkan .


5.Lalu masuk ke menu hostpot lalu klik ADD (+)



6.Pada menu hostpot ini isikan nama, interface, address pool, dan profilnya



7. Kemudian masuk ke tab server profile dan isikan name, dns name, dan pada tab login kita pilih cara loginnya.


8.Setelah itu masuk ke tab user profile dan isikan name dan address pool nya.



9.Kemudian kembali ke tab server lagi dan pilih hostpot setup dan pada interface pilih wlan 1 


10.Lalu klik next> sampai ke DNS Name dan isikan nama web (yang di pilih). Ini digunakan untuk nama web yang digunakan untuk membuka halaman hostpot.





Wallet Garden

Wallet Garden  Wallet garden adalah salah satu fitur yang terdapat pada hostpot gateway mikrotik untuk memperboleh user mengakses situs...